yadi_sd salman al farisi

Hallo Assalamu'alaikum Perkenalkan dong Aku Mas YDM dari SD Salman Al FArisi

Minggu, 19 Juni 2022

Penerapan 9 langkah mengambil keputusan

Cara mentransfer ilmu pengetahuan dan penerapan yang didapatkan dalam program pendidikan guru penggerak diantaranya: 1. Mensosialisasikan pembelajaran yang didapat pada komunitas praktisi yang telah dibentuk di Salman Al Alfarisi dalam pertemuan rapat level. 2. Menyajikan materi-materi yang singkat padat disertai praktik langsung yang mudah dipahami dan dijalankan secara bertahap dan berkesinambungan dalam bentuk video, blog maupun pertemuan langsung. 3. Mengajak murid, para guru dan warga sekolah untuk mengenal lebih jauh mengenai pembelajaran yang disosisalisasikan dalam program pendidikan guru penggerak dalam pertemuan rutin baik secara daring maupun luring. 4. Melakukan pendekatan personal dengan mengajak berdiskusi tentang konten dalam Pendidikan guru penggerak Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran? Langkah awal yang akan dilakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah dengan melakukan identivikasi setiap masalah yang muncul kemudian menganalisa dan menentukan apakah masalah tersebut berkaitan dengan dilema etika atau bujukan moral. Jika ternyata tergolong dalam masalah dilema etika maka selanjutnya diterapkan Langkah pengambilan keputusan melalui 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian yang telah dipelajari. Langkah selanjutnya meskipun sudah meyakini apa yang kita putuskan dan menyadari konsekuensi dari pengambilan keputusan tadi tidak ada salahnya mendikusikannya dengan orang atau rekan sejawat yang kita percaya. Langkah tersebut bisa kita mulai dari diri sendiri, murid dan kemudian pada skup yang lebih luas lagi. Satu langkah telah diambil, dijadikan kasus nyata yang dibahas dalam forum kolaborasi analisa studi kasus nyata. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa. Pengambilan keputusan seringkali dijumpai dan tidak akan lepas oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran. Maka penerapan 9 langkah tersebut semakin cepat diterapkan akan semakin baik karena merupakan hal mendasar yang baik untuk diterapkan. Saya akan memulainya segera setelah mengetahui adalah masalah dilemma aetika atau bujukan moral minggu ini juga sambil memperdalam pengetahuan tentang hal ini. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif. Yang akan menjadi pendamping saya dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran tentunya adalah rekan sejawat yang tergabung dalam komunitas praktisi yang telah dibentuk di Salman Al Farisi. Kemudian Kepala Sekolah dan rekan sejawat yang tergabung dalam guru penggerak Kecamatan Coblong serta pengajar praktik yang telah membimbing sejak awal.

Selasa, 11 April 2017

Bagaimana Cara Mengajar Dengan Metode Film?

Bagaimana perasaan Bapak/Ibu jika pada saat kultum siswa mendapat label “Guru Ndeso” (Guru dari desa)? Maka setelah tiga bulan mengajar, penyakit migren saya kambuh. Saya merasakan gelora amarah, malu dan dendam yang luar biasa. Akan tetapi saya mencoba menahan rasa amarah tersebut dan mencoba merefleksi diri guna mengubah energi kemarahan menjadi energi mencari solusi. Saya mencoba menggunakan metode film pada pembelajaran IPS, dibantu teman sejawat senior yang mahir menggunkan metode tersebut. Ada banyak manfaat yang saya rasakan setelah saya menerapkan metode tersebut. Pertama, lebel “Guru Ndeso” mulai pudar bahkan nama saya mulai ada di hati siswa walaupun baru sedikit. Tapi hal itu merupakan suatu modal besar, karena dengan penerimaan siswa inilah saya bisa menjalankan skenario pembelajaran dengan lebih baik. Kedua, Saya melihat ekspresi kebahagiaan ketika mereka belajar. Jika belajar dilandasi dengan rasa senang, maka akan lebih mudah untuk belajar. Ketiga, memori tertanam kuat pada siswa. Hal ini terbukti setelah lebih dari 4 tahun lulus SD, salah satu siswa saya masih sangat mengenang perannya memegang bendera pada saat bermain film. Padahal itu peran yang sangat sederhana, bukan peran utama. Keempat, saya dipertemukan dan dikalahkan dalam lomba membuat film tingkat nasional oleh siswa yang pernah saya didik. Kelima, alhamdulillah, penyakit migren tidak datang lagi hingga saat ini. Oleh sebab itu, saya sangat yakin bahwa mengajar dengan metode ini sangat banyak manfaatnya. Sebenarnya mengajar dengan menggunakan metode film hampir sama dengan sosiodrama. Perbedaannya adalah: 1) Adegan dalam film relatif lebih fleksibel, 2) semua siswa akan fokus pada suatu adegan, 3) setting background lebih mudah diatur, 4) banyak peran yang bisa dijalankan siswa, seperti cameraman, sutradara, clepper, lighling, dan sebagainya. 5) cerita yang diambil hanya dalam frame lensa kamera saja, sehingga wilayah itu sajalah yang perlu disetting, 6) semua materi dalam mata pelajaran bisa menggunakan metode film, dan 6) hasilnya bisa dilihat ulang dengan lebih didramatisir menggunakan efek-efek tertentu. Perlengkapan yang dibutuhkan pun bisa disesuaikan. Jika ada perlengkapan film yang memadai sangat bagus, tetapi seandainya tidak pun, cukup mengguankaan kamera digital atau HP yang berkamera. Adapun langkah-langkah mengajar dengan metode film adalah sebagai berikut: 1. Menentukan materi, waktu yang tersedia, dan jumlah siswa yang terlibat. Hal ini penting untuk menentukan sedetail apa film yang akan dibuat. 2. Membuat skenario film. Sebaiknya skenario ini menggambarkan 3 hal setiap adegan yaitu adegan, visual, dan audio. Setiap anak sebainya memegang skenario film. 3. Membuat story board (untuk panduan sutradara dan cameraman). 4. Menentukan pemeran dan pendukung. 5. Melaksanakan shooting 6. Melakukan editing sesuai dengan alur cerita yang diinginkan. 7. Menambahkan efek visual dan efek suara. 8. Rendering dan publikasi hasil.

Sabtu, 11 September 2010

Mind Maping

Pernahkah kita memperhatikan diri kita sendiri ketika membaca teks atau buku apa lagi yang bernama buku pelajaran sekolah. Sudah bisa ditebak secara umum tidak akan kuat membaca secara terus menerus selama 2 jam. Bahkan tidak sedikit yang baru membaca selama setengah jam saja sudah merasa bosan. Itupun belum tentu isi pelajaran dapat iingat dengan baik dalam memori otak kita. Buktinya ketika diberi pertanyaan sekitar yang kit abaca banyak yang tidak bisa dijawab.

Bandingkan denga ketika melihat TV dengan acara yang kita sukai. Duajam serasa semenit. Mata dan otak kita tidak pernah merasa lelah. Demikian juga ketika kita memainkan sebuah game di computer. Bisa jadi kita kuat selama berjam-jam. Apa lagi kalau kita berain internet. Wahhhhhhhh …….., gak tahu lagi nih kita mampu bertahan selamaberapa jam. Pokoknya ditanggung dua jam serasa sebentar. Hebatnya lagi ketika kita ditanya tentang seputar yang kita lihat secara luar biasa kita bisa menjawab dengan baik. Bahkan kita bisa menceritakan kembali dengan kronologis yang tepat.

Mau tahu rahasianya?

Berdasarkan research yang telah dilakukan olh beberapa ahli menemukan bahwa bagian-bagian otak kita secara luar biasa mengatur segala sesuatu yang masuk ke dalam memorinya. Bahkan sebenarnya seluruh informasi dapat direkam dengan baik jika keseimbanan kerja setiap bagian otak juga seimbang dan informasi yang masuk ditata sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicari dan di”recal”.

Secara umum bagian otak kita dibagi menjadi 3 bagian. Pangkal aau batang otak berfungsi untukmengatur emosi. Ibaratnya seperti saklar lampu atau kran pada pipa air. Jika emosi kita positif maka saklar akan membuka sehingga arus listrik bisa teralirkan kedalam bagian otak berikutnya, tetapi ika emosi kita negative maka saklar tersebut akan tertutup seingga aliran listrik kecil bahkan tidak ada. Hubungannya dengan belajar, jika sbelum belajar kita merasa senang dengan kegiatan tersebut maka otak kita akan merespon positif maka bagian yang lain siap untuk bekerja. Tetapi iika kita kesal sebelum belajar maka bagian otak kita yang lain akan sangat susah bekerja bahkan tidak mau bekerja karena tidak ada energy yang cukup. Naaaaa……………..h. oleh sebab itu sebelum belajar wajib kita merasa senaaaaaang terlebih dahulu.

Bagian otak yang kedua adalah otak kiri. Bagian ini berfungsi untuk mengingat kata, angka, analisa, logika, urutan, hitunan dan detail, serta mengerakkan bagian tubuh bagian kanan. Sifat informasi yang direkam adalah jangka pendek. Oleh sebab itu informasi yang berhubungan dengan kerja otak kiri biasanya tidak akan tahan lama.

Bagian ketiga adalah otak anan berfungsi untuk mengingat gambar, wara, irama, gestalt, dimensi, imajinasi, melamun dan menggerakkan bagian tubuh sebelah kiri. Sifat informasi yang direkam adalah jangka panjang.

Kerja otak kanan dan kiri harus selalu seimbag agar tidak cepat merasa lelah dan informasi yang direkam dapat berjangka pendek maupun jangka panjang. Jika otak kita yang bekerja hanya salah satu atau kurang seimbang maka akan terjadi “petir” atau loncatan listrik yang terlalu besar akibatnya muncul kata “LELAH”, “BOSAAAAAAN” dansebagainya.

Nah saat ini telah ditemukan salah satu metode belajar mandir yang telah dikembangkan oleh Tony Bosan yaitu dengan “MIND MAP” yang prinsip dasarnya menyeimbangkan kerja otak kanan dan otak kiri dalam aktifitas belajar. Apa sih rahasia mind map sehingga akan membuat kita lebih senang, mudah dan mengingat jangka panjang serta bagaimana menerapkan dan menggunakan mind map dengan cara yang baik dan benar……………..

Kamis, 11 Februari 2010

Mendidik kedisiplinan dengan senyuman

Anak adalah titipan Allah yang memiliki karakteristik unik. Setiap anak memiliki karakter yang tidak sama, walaupun berasal dari ayah dan ibu sekalipun. Bahkan anak kembar pun memiliki karakter yang tidak sama.
Sering kali kita melihat anak yang mencari perhatian guru atau orang tua dengan cara tidak disiplin. senantiasa membantah atau menunda-nunda pekerjaan atau ewajiban yang seharusnya dikerjakan.
Roasulullah mengajarkan kita untuk mendidik kita dan anak-anak kita untuk disiplin, karena kedisiplinan adalah kunci awal sebuah kesuksesan. Ada beberapa cara mendidik seseorang agar bertindak disiplin, ala tentara, dengan senyuman, dll. Manakah yang akan kita terapkan?